KONSULTASI
Logo

Harga TBS Kelapa Sawit di Kaltim Kembali Tertekan: Petani Hadapi Tantangan di Tengah Melemahnya Harga CPO

17 Desember 2025
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga TBS Kelapa Sawit di Kaltim Kembali Tertekan: Petani Hadapi Tantangan di Tengah Melemahnya Harga CPO
HOT NEWS

sawitsetara.co – SAMARINDA – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) periode 1–15 Desember 2026 kembali mengalami penurunan.

Penurunan harga TBS ini secara langsung disebabkan oleh melemahnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan inti sawit (kernel) di pasar global, yang berdampak pada harga yang diterima petani.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ahmad Muzakkir, menjelaskan mengenai penyebab utama penurunan harga TBS.

Promosi ssco

“Penurunan harga CPO dan kernel di hampir semua perusahaan sumber data menjadi faktor utama turunnya harga TBS petani sawit di Kaltim,” ujar Muzakkir dalam keterangan resminya pada Selasa (16/12/2025).

Harga rata-rata tertimbang CPO ditetapkan sebesar Rp13.755,82 per kilogram. Sementara itu, harga kernel berada di angka Rp11.287,19 per kilogram. Indeks K, yang juga menjadi acuan dalam penetapan harga, tercatat sebesar 89,43 persen.


Promosi ssco

Penetapan harga TBS di Kaltim juga mempertimbangkan umur tanaman sawit. Berikut adalah rincian harga TBS berdasarkan umur tanaman:

Umur 3 tahun: Rp2.813,18 per kg

Umur 4 tahun: Rp2.999,30 per kg

Umur 5 tahun: Rp3.018,13 per kg

Umur 6 tahun: Rp3.050,81 per kg

Umur 7 tahun: Rp3.069,39 per kg

Umur 8 tahun: Rp3.092,32 per kg

Umur 9 tahun: Rp3.158,02 per kg

Umur 10 tahun: Rp3.195,05 per kg.

Promosi ssco

Muzakkir juga menekankan pentingnya kerja sama antara kelompok tani dan pihak pabrik minyak sawit (PMS). Kerja sama ini bertujuan untuk melindungi petani dari praktik permainan harga oleh tengkulak.

“Dengan adanya kerja sama petani dan pabrik, harga TBS diharapkan sesuai standar dan tidak lagi dipermainkan. Ini penting untuk menjaga kesejahteraan petani sawit,” katanya.

Melalui kemitraan, diharapkan petani dapat memiliki posisi tawar yang lebih kuat.

Pemerintah Provinsi Kaltim berharap pola kemitraan ini dapat memperkuat posisi tawar petani sawit di tengah fluktuasi harga CPO global. Selain itu, kemitraan juga diharapkan dapat menjaga keberlanjutan sektor perkebunan sawit sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *